Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah dalam perjalanan kenabian Muhammad SAW. Ia adalah momentum spiritual yang mengajarkan umat Islam tentang makna keimanan, keteguhan hati, dan kedekatan hamba dengan Sang Pencipta. Setiap tahun, umat Islam memperingatinya bukan hanya untuk mengenang, tetapi untuk kembali merenungi pesan-pesan agung yang terkandung di dalamnya.


Isra Mi’raj terjadi pada masa yang sangat berat bagi Rasulullah SAW. Saat dukungan manusia seakan menjauh, Allah SWT justru memuliakan Nabi-Nya dengan sebuah perjalanan luar biasa. Dalam satu malam, Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra), lalu dinaikkan ke Sidratul Muntaha (Mi’raj) untuk menerima perintah langsung dari Allah SWT. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa pertolongan Allah selalu hadir, bahkan di saat manusia berada pada titik terendahnya.


Salah satu pesan terpenting dari Isra Mi’raj adalah perintah shalat. Shalat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan sarana komunikasi langsung antara hamba dan Rabb-nya. Ia menjadi penopang iman, penguat jiwa, serta penuntun dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Melalui shalat, umat Islam diajak untuk senantiasa mengingat Allah, menjaga akhlak, dan menata kehidupan dengan penuh kesadaran spiritual.


Memperingati Isra Mi’raj 1447 H menjadi kesempatan berharga bagi kita untuk melakukan refleksi diri. Sudahkah shalat kita menjadi sumber ketenangan? Sudahkah nilai-nilai kesabaran, kejujuran, dan keikhlasan yang dicontohkan Rasulullah SAW tercermin dalam kehidupan sehari-hari? Isra Mi’raj mengajarkan bahwa kedekatan kepada Allah tidak hanya dicapai melalui ibadah, tetapi juga melalui akhlak yang mulia dan kepedulian terhadap sesama.


Di tengah dinamika zaman yang penuh tantangan, peringatan Isra Mi’raj mengingatkan umat Islam untuk tidak kehilangan arah. Sebagaimana Rasulullah SAW tetap teguh dalam menjalankan amanahnya, umat Islam pun diajak untuk tetap istiqamah dalam iman dan amal. Dengan menjadikan shalat sebagai fondasi kehidupan, diharapkan lahir pribadi-pribadi yang kuat secara spiritual dan bijaksana dalam bersikap.


Akhirnya, memperingati Isra Mi’raj bukan hanya tentang seremonial, tetapi tentang menghidupkan kembali semangat perjalanan iman Rasulullah SAW dalam diri kita. Semoga melalui peringatan Isra Mi’raj 1447 H ini, keimanan kita semakin kokoh, ibadah kita semakin berkualitas, dan kehidupan kita semakin bermakna dalam ridha Allah SWT.

Kategori: Kegiatan

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder
Open chat
Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk bertanya kepada kami.