Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, masih ada cahaya yang terus bersinar dari sudut-sudut kecil negeri ini cahaya yang berasal dari mushaf-mushaf Al-Qur’an yang dibuka dengan penuh cinta oleh tangan-tangan kecil para santri. Cahaya itu kembali bersinar di TPQ Fatimatuzzahro, saat pelaksanaan Tebar Qur’an Tahap 11, sebuah program mulia yang menghadirkan semangat berbagi dan dakwah melalui distribusi Al-Qur’an kepada para pembelajar Al-Qur’an di pelosok.
Cahaya yang Terus Menyala
Kegiatan Tebar Qur’an Tahap 11 ini menjadi momen penuh haru dan kebahagiaan. Puluhan mushaf baru diserahkan langsung kepada para santri TPQ Fatimatuzzahro, disambut dengan senyum polos dan semangat mereka untuk semakin giat belajar membaca dan menghafal Kalamullah. Tak hanya mushaf, kegiatan ini juga diwarnai dengan tausiyah singkat tentang pentingnya menjaga Al-Qur’an dalam hati dan amalan sehari-hari.

“Anak-anak begitu antusias. Ketika mushaf baru dibagikan, mereka langsung membuka dan mencium Al-Qur’an dengan penuh takzim. Ini bukan sekadar pemberian benda, tapi pemberian semangat dan harapan,” ujar Ustadzah Siti Khusnul, pengajar TPQ Fatimatuzzahro.
Al-Qur’an, Jembatan Kasih Antara Pemberi dan Penerima
Program Tebar Qur’an ini telah menjadi jembatan kasih antara para donatur dan penerima manfaat. Banyak pihak yang mungkin tak sempat mengajar langsung, namun tetap ingin berkontribusi dalam dakwah dan pendidikan Al-Qur’an. Melalui program ini, mereka dapat menyalurkan cintanya kepada Al-Qur’an dan kepada generasi penerus bangsa.
“Saya merasa bahagia bisa ikut berdonasi di Tebar Qur’an ini. Rasanya luar biasa membayangkan anak-anak kecil bisa membaca mushaf dari hasil sedekah kita. Semoga menjadi amal jariyah yang tak terputus,” tutur Nur Hidayat, salah satu donatur program.
Harapan yang Tumbuh Bersama Al-Qur’an
TPQ Fatimatuzzahro yang berlokasi di lingkungan yang sederhana kini semakin bersemangat melangkah maju. Dengan bertambahnya mushaf, para santri kini memiliki fasilitas belajar yang lebih layak, tak perlu lagi saling bergantian menggunakan Al-Qur’an yang telah usang.

“Dulu kami hanya punya beberapa mushaf yang sudah lusuh, sekarang alhamdulillah setiap anak punya mushaf sendiri. Anak-anak jadi lebih semangat mengaji setiap sore,” ungkap Ustadzah Lina, salah satu guru pengajar di TPQ tersebut.
Penutup: Satu Mushaf, Sejuta Pahala
Tebar Qur’an Tahap 11 bukan sekadar kegiatan sosial. Ia adalah bagian dari perjuangan menanamkan cinta kepada Al-Qur’an di hati generasi muda. Setiap mushaf yang dibagikan adalah lentera kecil yang kelak akan menerangi masa depan bangsa ini dengan cahaya iman dan ilmu.

Semoga langkah mulia ini terus berlanjut, menembus batas wilayah dan waktu, hingga setiap anak di negeri ini dapat membaca, memahami, dan mengamalkan firman Allah dengan penuh cinta.
“Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)
0 Komentar